© Anannda Prod. 2011 webdesign:inge POIN-POIN UTAMA PERIHAL KAIN INNER ANANNDAPERS Ditulis oleh: Iwan Suryolaksono  12 Maret 2011    Kain inner (inner cloth) adalah terminologi cloth diapers untuk menyebut kain di  bagian paling dalam, yang bersentuhan langsung dengan kulit. Hingga saat ini,  diskusi tentang seperti apa jenis kain inner masih terus berlangsung hangat, dan  banyak pengguna baru popok kain bertanya-tanya banyak hal tentang  karekateristik kain ini. Banyak miskonsepsi dan kesalahpahaman terjadi berkaitan dengan karakteristik  kain inner, karena perasaan dan anggapan umum tentang bagaimana kain yang terbaik untuk bersentuhan dengan  kulit tidak selalu benar dan bahkan sering kali salah!   Prinsip utama dalam pemilihan kain inner adalah kain tersebut mesti mengandung benang katun setinggi mungkin  dan memiliki pori-pori kain yang selebar mungkin. Seperti umum diketahui bahwa material yang berasal dari alam  seperti katun dan rayon, adalah bahan yang terbaik untuk bersentuhan dengan kulit manusia secara langsung.  Sebaik apapun material sintetik seperti polyester dan nylon, karena penciptaan bahannya tidak pernah mengalami  mekanisme dihidupkan oleh ruh, ketika kontak langsung dengan kulit manusia dalam waktu lama, akan memiliki  dampak negatif atau efek samping tertentu. Sebagian orang sensitif, dan mudah sekali mengalami alergi akibat  kontak dengan bahan yang tinggi kandungan polyester-nya, dan sebagian lagi tidak. Kajian tentang alergi kulit,  seperti ruam-ruam, akibat penggunaan bahan-bahan yang tinggi kandungan sintetiknya sudah lama diteliti. Artikel  artikel online seperti artikel di Ezines dan Adiecma adalah sedikit contoh mengenai hal tersebut.   Sayangnya seperti halnya hampir tidak ada perhiasan emas yang 24 karat, maka juga hampir tidak ada kain yang  100% katun! Semua kain yang disebut katun hari ini, umumnya mengandung bahan benang katun sekitar 30% - 80%  saja. Sudah lama manusia menyadari, bahwa penciptaan bahan sintetik membutuhkan biaya produksi yang jauh  lebih murah daripada produksi kapas yang sangat dipengaruhi oleh ketidakstabilan iklim. Dalam setahun belakangan  ini, perubahan iklim global semakin memperburuk keadaan, dan banyak sekali terjadi kegagalan panen agrikultur  termasuk kapas di seluruh dunia.   Saat ini, seiring dengan perkembangan pesat teknologi sintetik di dunia textile, telah mendorong lahirnya banyak  sekali spesifikasi kain yang sangat fungsional, sesuai kebutuhan manusia. Dari mulai kain yang mempunyai daya  serap tinggi (water absorb), kain yang mampu melewatkan air dan menolak air dengan cepat (water repell) hingga  kain yang tahan peluru, semua terbuat dari bahan polymer! Untuk kebutuhan darurat dalam waktu yang singkat,  seperti penggunaannya sebagai perlengkapan operasi medis di rumah sakit, material sintetik tersebut sangat  menolong.  Kain sintetik juga sangat bermanfaat untuk tujuan fungsional lain, yang tidak melibatkan kontak langsung  dengan kulit, seperti rompi anti peluru. Tetapi, sehebat apapun kain sintetik,  tetap tidak bisa menggantikan  sepenuhnya bahan organik seperti katun, untuk semua tujuan yang melibatkan kontak fisik dengan kulit secara  langsung!   Di sisi yang lain, inovasi pemrosesan kapas dari sejak jaman prasejarah hingga sekarang, tidak berbeda terlalu jauh.  Benang katun yang menyukai air, relatif kasar dan kaku, seperti yang kita kenal di jaman modern ini, nyaris tidak  berubah dari yang dikenal orang jaman dahulu! Saat cloth diapers atau popok kain mulai diperkenalkan sejak lima  tahun lalu sebagai pengganti diapers sekali pakai, orang mulai kebingungan dengan jenis kain apa yang paling baik  untuk dipilih sebagai inner yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi, untuk waktu yang lama. Perkembangan  teknologi pemrosesan benang katun yang mandeg ini juga diperparah dengan lonjakan kenaikan harga benang katun  di pasar dunia yang nyaris tak terkendali. Namun demikian,fungsi material organik ini, seburuk apapun dan semahal  apapun itu, tetaplah pilihan yang terbaik bagi manusia, karena “tangan” Allah langsung yang bekerja  menciptakannya!   Banyak produsen dan konsumen yang mengira bahwa syarat utama kain inner untuk cloth diapers adalah dari jenis  kain yang paling cepat mengering, setelah terbasahi oleh urin! Pandangan tersebut tentu bertentangan dengan  konsep pemilihan bahan dengan kandungan katun yang tinggi, karena benang katun tidak akan bisa mengering  secepat benang polyester! Tentu saja anggapan itu dipercaya karena logika akal sehat bahwa kain yang basah oleh  urin akan lebih mudah menimbulkan ruam dibanding kain yang cepat mengering. Anggapan tersebut jelas salah!  Setidaknya ada tiga penyebab ruam utama pada kulit bayi yang saat ini sudah diidentifikasi dengan baik oleh  kalangan medis. Pertama, seperti yang telah disebutkan di atas, munculnya ruam tersebut disebabkan karena reaksi penolakan dari  antibodi akibat kontak dengan material yang tinggi kandungan non organiknya, dalam waktu yang lama. Oleh  karenanya material kain inner yang dipilih oleh Ananndapers senantiasa dari bahan dengan kandungan katun yang  setinggi mungkin. Penyebab kedua terjadinya ruam adalah tertutupnya pori-pori kulit oleh bulu-bulu mikroskopik kain yang sangat  padat, sehingga tidak memungkinkan terjadinya sirkulasi udara yang baik, keluar dan masuk dari kulit. Seperti telah  kita ketahui bersama, tubuh kita menghasilkan panas untuk memelihara proses metabolisme sepanjang hari. Panas  tersebut mesti dikeluarkan dari dalam tubuh, melalui aliran udara konveksi yang menyentuh permukaan kulit dan  pembuangan keringat melalui pembuluh keringat. Apabila pori-pori kulit manusia tertutup oleh jutaan partikel bulu  mikro, maka mekanisme pembuangan panas tubuh tersebut akan terhambat, dan sangat cepat mendorong terjadinya  ruam kulit, atau dalam istilah jawanya disebut “keringet buntet”. Oleh karenanya, material kain inner yang dipilih  Ananndapers senantiasa dari kain dengan tingkat porositas yang cukup baik, sehingga memudahkan terjadinya  aliran udara konveksi.   Salah kaprah tentang kain dengan kemampuan “breathable” ini sering terjadi tidak hanya di kalangan konsumen, tapi  juga produsen! Banyak produsen yang menggunakan kain breathable pada bagian outer, bukan pada bagian inner-  nya, dengan harapan agar tetap nyaman dipakai untuk waktu lama. Pada kenyataannya, kain breathable di bagian  outer sama sekali tdak dibutuhkan, karena sirkulasi udara dari kain inner ke bagian luar popok kain, sangat mudah  berlangsung melalui celah sempit pada lingkar paha dan lingkar perut dari popoknya itu sendiri. Justru yang  terpenting, dan yang sering diabaikan, adalah tingkat porositas yang setinggi mungkin pada kain inner.   Penyebab ketiga terjadinya ruam adalah ketidakcocokan konsumsi susu formula, sehingga kelebihan sampah protein  yang terbuang melalui urinasi, menimbulkan reaksi alergik tertentu di kulit. Untuk penyebab yang terakhir ini, pada  banyak kasus, pemakaian diapers merek apapun juga tidak akan mampu menghilangkan penyebab ruam, dan satu-  satunya solusi adalah dengan mengurangi atau mengganti jenis susu formula yang dikonsumsi bayinya.  Demikianlah sekelumit tentang khazanah kain inner cloth diapers pada umumnya. Semoga bermanfaat!  Prinsip utama dalam pemilihan kain inner adalah kain tersebut mesti mengandung benang katun setinggi mungkin dan memiliki pori-pori kain yang selebar mungkin. ”  TENTANG KAMI HOME